DEMO UPDATE

Demo Updat
nip

Tuesday, 22 March 2016

Rahmi Lisdeni "Nasehat Kepemimpinan"

"Orang yang diangkat memegang amanah jabatan sedang ia tidak memintanya, akan mendapat banyak pertolongan dalam tugasnya" Orang yang cepat menikmati hasil, tanpa mempedulikan proses cendrung mudah kehilangan arah. Sebab dia selalu kehilangan keraguan. Rendah hati akan memacu seseorang lebih cepat maju. Sebab dengan itu dia mau mengakui kelemahan diri dan terbuka terhadap koreksi. Keindahan dan keluhuran pribadi akan tampak dari kesanggupan diri untuk bersabar atas musibah dan kesulitan yang menimpa. Orang yang bijak adalah yang menikmati hidup dengan sedikit keinginan, makin besar peluang untuk gelisah Keadilan itu akan terwujud jika hukum yang benar ditegakkan tanpa pandang bulu, baik untuk rakyat kecil maupun pemimpin. Kesedihan yang kita alami adalah sebuah fase untuk memperoleh kekuatan baru bukan sebagai pintu kelemahan yang justru merugikan. Kita tidak boleh putus belajar dan memperbaiki diri. Alangkah indah andai kita mati dalam keadaan sedang menuntut kebaikan. Seseorang memperoleh derajat hidup sesuai kadar kesungguhan dan perjuangannya. Tidak ada yang tertukar dari karunia Allah SWT. Iman yang teguh adalah kekayaan termahal yang menjadi modal terpenting untuk meraih kemudahan hidup. Orang yang mudah melemparkan kesalahan pada orang lain akan memetik buah dari perbuatannya berupa kegagalan perjuangan diri. Salah satu kelemahan kita adalah mudah terbuai oleh mimpi-mimpi. Kita hanya larut dalam mimpi, tapi tidak bergerak dan bekerja meraihnya. Siapakah orang yang kurang ilmu?Dialah orang yang mengandalkan otot dan amarah dalam menyikapi segala sesuatu. Hati menjadi resah dan gelisah ketika kita terbiasa berandai-andai dalam menyikapi persoalan hidup . Belajarlah untuk menikmati hak kita dengan benar sehingga dapat bermanfaat dan menjadi modal kebahagiaan bagi orang lain. Kemarahan yang tak terkendali biasanya akan menghasilkan kata-kata dan perilaku keji yang akan melukai orang lain dan memutuskan persaudaraan. Sesungguhnya keberuntungan itu tidak diukur dari apa yang kita dapatkan melainkan dari nilai manfaat yang ada pada diri kita sehingga dapat berguna bagi orang banyak. Beruntunglah orang yang menjadikan masalah sebagai sarana evaluasi dan perbaikan diri, karena hali itulah yang dapat mengundang pertolongan Allah. Kegagalan pertama bagi seseorang adalah tidak adanya kemauan kuat untuk mencoba melakukan sesuatu dengan benar. Memiliki keinginan itu normal. Adalah tidak normal jika seseorang tidak memiliki keinginan atau malah diperbudak oleh keinginannya. Kesuksesan seorang pemimpin akan tampak seberapa besar kecintaan para bawahan kepadanya, bukan dari penampilan dan kekayaannya. Alangkah merugi orang-orang yang memiliki modal sehat, kesempatan, dan materi namun mereka menyia-nyiakannya. Itikad baik saja belum cukup, karena dengan sungguh-sungguh kita harus memohon bimbingan Allah agar diberik kemudahan untuk mewujudkannya dengan cara yang benar. Memberikan kepercayaan kepada orang lain tidaklah mudah. Cobalah untuk mempercayai diri kita sendiri, kita mampu melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Jika kita ingin menilai diri sendiri maka lihatlah siapa orang-orang di sekeliling kita yang coba kita dekati dan jauhi. Keberanian tidak hanya dibutuhkan dalam peperangan. Saat kita menyampaikan dan menerima kebenaran pun dibutuhkan keberanian yang luar biasa. Karakter kepemimpinan itu adalah mempengaruhi. Saat ini kita butuh orang yang pandai mempengaruhi ke jalan kebaikan. Diri seorang pemimpin yang baik akan tampak dari kematangan peribadi, buah karya, serta integrasi antara kata dan perbuatannya. Jangan pernah menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri sendiri. Jangan pernah melarang orang lain sebelum melarang diri sendiri. Tindakan tepat menghadapi pemimpin yang zalim adalah dengan sabar, yaitu tidak mematuhinya ketika diperintahkan berbuat durhaka. Jika setiap orang dan pesaing dicurigai sebagai musuh, maka kita tidak akan pernah memperoleh kemajuan. Tidaklah layak orang takut pada resiko kritik, sebab seseorang tidak akan hina dan jatuh harga dirinya karena kritik Tidak ada masalah dengan masalah, yang menjadi masalah adalah cara kita yang salah dalam menyikapi masalah. Seseorang tidak akan berubah menjadi lebih baik, kecuali dia punya keberanian untuk melihat kekurangan dirinya. Berhati-hatlah mengambil keputusan karena mengambil keputusan akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Jadikanlah setiap kritik bahkan penghinaan yang kita terima sebagai jalan untuk memperbaiki diri. Yang dapat menjatuhkan orang itu adalah tidak seimbangnya antara perkataan dan perbuatan. Awali kesuksesan kita dengan berani melihat kekurangan diri sendiri. Orang yang sibuk melihat kehebatan dan jasa dirinya tampa mempedulikan kebaikan orang lain biasanya akan terjebak dalam keegoisan dan kesombongan. Kejatuhan kita disisi manapun adalah kalau kita tidak sanggup serius memimpin diri kita sendiri. Tidak dianggap mulia oorang yang mengangkat diri dengan cara mencelakakan orang lain. Orang yang diangkat memegang amanah jabatan sedang ia tidak memintanya, akan mendapat banyak pertolongan dalam tugasnya. Alangkah beruntung jika orang yang kita teladani adalah orang yang sukses dalam urusan dunia dan akhirat. Seorang manusia tidak akan terampil memelihara lisannya kecuali dengan ilmu dan kesungguhan melatih diri untuk berkata baik dan benar atau memilih diam Lakukan segala sesuatu dengan kesungguhan, cermat dan hati-hati. Jangan biarkan kelalaian dan kecerobohan, sebab itu bisa menjadi sumber kegagalan. Tidak ada penderitaan dalam hidup ini kecuali orang yang membuat dirinya menderita dan menganggap rumit kehidupan. Bakat kepemimpinan tidak dilahirkan, namun muncul sebagai keterampilan yang terus di asah dan ditumbuhkembangkan.

No comments:

Post a Comment